
Tengaran, Jumat 30 Oktober 2026 murid-murid SMP Negeri 2 Tengaran berkesempatan untuk menyaksikan penayangan film sains dan melakukan eksperimen sederhana. Kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Goethe Institut, sebuah lembaga pendidikan Jerman yang bekerja sama dengan Indonesia. Kak Dhita, perwakilan Goethe Institut Indonesia, datang langsung ke SMP Negeri 2 Tengaran untuk memandu kegiatan tersebut. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Artificial Intelligence (AI).”
Film pertama berjudul ChatGPT in the Classroom. Film ini berisi penggunaan AI, yaitu ChatGPT dalam ruang kelas. Ada sebuah eksperimen sederhana yang dilakukan oleh seorang guru di ruang kelasnya. Guru meminta murid untuk membuat sebuah esai secara mandiri. Salah satu murid, tanpa sepengetahuan guru, membuat esai dengan bantuan AI.
Kemudian guru memeriksa esai yang telah dikumpulkan. Ternyata guru dapat mengidentifikasi esai yang dibuat dengan bantuan AI. Pada esai tersebut terdapat ciri-ciri khusus, yaitu susunan kalimat yang sangat terstruktur, bahasa tingkat tinggi, dan bebas dari kesalahan tulis. Kesimpulannya, AI dapat digunakan dalam ruang kelas sebagai asisten (pembantu) bagi murid, bukan yang utama, supaya AI tidak mengganggu proses belajar murid.
Setelah penayangan film pertama, murid diberikan eksperimen sederhana berjudul AI or Real. Pada eksperimen tersebut disajikan dua buah gambar, yaitu gambar asli dan produk AI. Murid diminta menebak gambar yang dibuat oleh AI.
Film kedua berjudul Trash in It’s Place. Film ini berisi tentang pengelolaan sampah yang dilakukan di Kolombia. Terdapat area penampungan sampah yang sangat luas di negara tersebut. Di sekitar area itu dilakukan pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik. Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan, maka akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Eksperimen kedua berjudul Erosi dan Banjir. Murid melakukan simulasi dengan mengalirkan air dalam 3 buah botol berisi tanah yang telah dilubangi pada bagian bawahnya. Kesimpulan eksperimen yaitu tanah yang diberi tumbuhan dan sampah kertas yang mudah terurai, dapat menahan air sehingga mencegah terjadinya erosi.
Murid-murid sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang dapat kami pelajari,” tutur Wahyu Putri Ramadani, murid kelas VII D setelah kegiatan berlangsung. (#Ling L.)
